Estimasi Tingkat Diskonto: Panduan Komprehensif

Tingkat diskonto sangat penting dalam penilaian arus kas terdiskonto (DCF), karena secara langsung mencerminkan risiko arus kas. Secara khusus, biaya utang harus mencakup premi gagal bayar untuk risiko gagal bayar yang melekat, dan biaya ekuitas harus memasukkan premi risiko yang memperhitungkan risiko ekuitas.   

Memahami Risiko

Dalam ranah penilaian, risiko didefinisikan sebagai probabilitas bahwa pengembalian investasi akan menyimpang dari pengembalian yang diharapkan. Definisi ini mencakup baik hasil negatif (pengembalian lebih rendah dari yang diharapkan) maupun hasil positif (pengembalian lebih tinggi dari yang diharapkan). 

Biaya Ekuitas

Biaya ekuitas, komponen penting dari setiap model arus kas terdiskonto, seringkali menantang untuk diestimasi. Kesulitan ini muncul karena merupakan biaya implisit yang bervariasi di antara investor yang berbeda dalam perusahaan yang sama. 

Pendanaan Perusahaan dan Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC)

Sumber pendanaan perusahaan mencakup utang dan ekuitas, masing-masing dengan biaya terkait. Biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) dihitung menggunakan rumus berikut:

  

Dimana:

  • D = Jumlah utang

  • E = Ekuitas

  • Kd = Biaya utang sebelum pajak

  • t = Tarif pajak perusahaan

  • ke = Biaya ekuitas

Pendekatan untuk Mengestimasi Tingkat Diskonto

Ada beberapa pendekatan untuk mengestimasi tingkat diskonto:  

  1. Mengembangkan model yang mengukur risiko investasi dan mengubah ukuran risiko ini menjadi pengembalian yang diharapkan.  

  2. Menganalisis pengembalian historis untuk mengidentifikasi karakteristik yang menjelaskan perbedaan dalam pengembalian, dan menggunakan hubungan ini untuk memperkirakan pengembalian ekuitas yang diharapkan. 

  3. Menggunakan harga pasar aset berisiko untuk menyimpulkan tingkat pengembalian yang bersedia diterima investor.

Langkah-Langkah dalam Mengembangkan Model Risiko dan Pengembalian

Mengembangkan model risiko dan pengembalian melibatkan beberapa langkah:    

  1. Mendefinisikan risiko dalam istilah distribusi pengembalian aktual di sekitar pengembalian yang diharapkan. 

  2. Membedakan antara risiko spesifik perusahaan dan risiko pasar secara luas. 

  3. Mengeksplorasi model alternatif untuk mengukur risiko pasar dan pengembalian yang diharapkan terkait.

Mengukur Risiko

Risiko diukur dengan varians atau standar deviasi pengembalian di sekitar pengembalian yang diharapkan. Deviasi yang lebih tinggi menunjukkan varians yang lebih besar. 

Model Penetapan Harga Aset Modal (CAPM)

Model Penetapan Harga Aset Modal (CAPM) adalah model utama yang digunakan untuk mengukur risiko pasar. Rumus CAPM adalah:

 

Dimana:

  • ke = Biaya ekuitas

  • Rf = Tingkat pengembalian bebas risiko

  • Rm = Pengembalian pasar

  • β = Beta saham

Tingkat Diskonto dan Arus Kas Bebas

  • Untuk Arus Kas Bebas ke Ekuitas (FCFE), tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya ekuitas (ke), seringkali dihitung menggunakan CAPM. 

  • Untuk Arus Kas Bebas ke Perusahaan (FCFF), tingkat diskonto yang digunakan adalah Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC).   

Artikel ini memberikan pemahaman dasar tentang estimasi tingkat diskonto, yang sangat penting untuk analisis dan penilaian keuangan. Buku: AI-Powered Strategic Management

Comments