OpenAI, perusahaan di balik kecerdasan buatan (AI) populer ChatGPT, kembali mencetak sejarah dengan raihan pendanaan yang fantastis. Dikabarkan, perusahaan ini berhasil mengumpulkan total pendanaan mencapai 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp620 triliun, menjadikannya rekor pendanaan tertinggi dalam dunia startup.
Raihan ini didorong oleh suntikan dana besar dari Microsoft sebesar 10 miliar dolar AS, serta komitmen investasi dari Softbank senilai total US$40 Miliar. Softbank akan menggelontorkan US$10 miliar pada pertengahan April ini, dan sisanya US$30 miliar pada Desember nanti. Pendanaan ini berpotensi meningkatkan valuasi OpenAI menjadi sekitar US$300 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia.
Kucuran dana segar ini membuat valuasi OpenAI meroket hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan. Sebelumnya, valuasi perusahaan berada di angka 14 miliar dolar AS pada awal tahun 2023, kemudian meningkat menjadi 27-29 miliar dolar AS pada akhir tahun 2023.
"Pada penilaian 80 miliar dolar AS, kesepakatan tersebut akan memposisikan OpenAI sebagai startup dengan valuasi tertinggi kedua di AS setelah Stripe, yang bernilai sekitar 95 miliar dolar AS," ungkap laporan dari Bloomberg.
Dengan valuasi setinggi itu, OpenAI diharapkan mampu mengembangkan AI yang lebih umum dan berdaya guna di masa mendatang. Selain itu, pemasukan ini membuka peluang bagi para investor dan karyawan untuk menjual saham mereka.
Lonjakan Pengguna ChatGPT Jadi Daya Tarik Investor
Salah satu faktor utama yang menarik perhatian investor adalah pertumbuhan pesat pengguna ChatGPT. Dalam waktu singkat setelah peluncurannya, ChatGPT berhasil mencapai 100 juta pengguna aktif bulanan, menjadikannya aplikasi konsumen dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.
Kesuksesan ChatGPT memicu persaingan di antara perusahaan teknologi raksasa. Google meluncurkan chatbot AI Bard sebagai respons, sementara Meta dan perusahaan teknologi lainnya juga berlomba-lomba mengembangkan teknologi AI generatif mereka sendiri.
Restrukturisasi untuk Mendapatkan Investasi Lebih Besar
Sebagai syarat untuk mendapatkan investasi lebih besar, OpenAI diharuskan untuk melakukan restrukturisasi menjadi perusahaan publik for-profit sepenuhnya. Langkah ini diambil untuk menarik lebih banyak investasi dan sumber daya, sambil tetap menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dan manfaat publik. Namun, jika restrukturisasi tersebut gagal, Softbank akan mengurangi pendanaan tahap selanjutnya menjadi hanya US$20 miliar.
Selain Softbank, investor lain seperti Microsoft, Coatue Management, Altimeter Capital, dan Thrive Capital juga dikabarkan terlibat dalam investasi ini. OpenAI, yang didirikan oleh Elon Musk dan Sam Altman, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan AI mereka, yang saat ini digunakan oleh sekitar 500 juta orang setiap minggu.
Proyek Stargate dan Ambisi Masa Depan
OpenAI juga bermitra dengan SoftBank dan Oracle pada Proyek Stargate, sebuah inisiatif senilai US$500 miliar untuk membangun jaringan pusat data untuk mendukung pengembangan AI yang lebih canggih.
Dengan dukungan dana yang besar dan popularitas produk yang terus meningkat, OpenAI berada di posisi yang kuat untuk terus mengembangkan teknologi AI yang inovatif dan memberikan dampak yang signifikan di berbagai industri. Ambisi perusahaan untuk mengembangkan AI yang lebih umum dan berdaya guna semakin dekat dengan kenyataan.

Comments
Post a Comment